DITENGAH KRISIS KETUHANAN DI PRANCIS

Darussalam-OKU Selatan : Berdasarkan laporan dari New York Hudson Institute sebagaimana dilansir Harian Online Nasz Dziennik kemarin (3/9/2011), perkembangan Islam perlahan tapi pasti merupakan agama yang paling banyak dipraktekkan dan diminati warga Prancis saat ini . 

Islamisasi selama ini konsisten telah mengisi kekosongan spiritual masyarakat Prancis, selama ini Masyarakat lebih memilih menjadi Atheis dan Sekuler, tetapi dengan datangnya Islam Rakyat Prancis seperti menemukan oase di tengah kekeringan Iman. 

Pusat studi di New York Hudson Institute menunjukkan data bahwa hampir 65 Juta warga Prancis 64 % adalah penganut Liberal Sekuler, dan sisanya yang masih beragama. Pemikiran Filsafat Materialisme telah membuat masyarakat Prancis menjadi penganut Materialisme, Hedonisme,  Liberalisme dan Sekulreisme dan mereka secara terang-terangan memproklamirkan “Kematian Tuhan”.

Kini, Prancis mengalami krisis spiritual dan krisis moral. Dalam situasi seperti ini Islam datang membawa suasana baru, suasana beragama yang nyata dalam praktek keseharian. Budaya yang dihasilkan dari Liberal Sekuler saat ini ada di Prancis jauh dari keberagamaan seperti kontes Lesbianisme, Gay, Homo Seksual dan Perilaku Seks Bebas menjadi budaya hidup rakyat Prancis, selain itu Praktek Aborsi, Perceraian menjadi trend hidup mereka.

Kondisi inilah membuat Islam menjadi paling subur diminati, karena Islam “Melawan” budaya-budaya diatas. Budaya hidup yang melanggar larangan Tuhan. Ulama Islam dan Masyarakat Islam sangat peduli dengan agama mereka, dan perlu diketahui masih berdasarkan laporan New York Hudson Intitute menyatakan bahwa Pemeluk Islam di Prancis saat ini menjadi peringkat No 2 setelah Penganut Liberalisme Sekuler atau Atheis, sedangkan yang di urutan ke-3 dan seterusnya adalah agama-agama yang ada di Dunia saat ini.

VĂ©liocas Joachim seorang penulis buku tentang Islamisasi Perancis membenarkan kondisi ini, dengan membuktikan permintaan berdirinya Masjid dari dari bulan ke bulan meningkat tajam. Meningkatnya permintaan ini dipastikan bahwa minat rakyat Prancis sangat tinggi terhadap Islam.

Dalam Ramadhan 1432 H atau 2011 M tahun ini saja misalnya, ada 180 Imam dan Ulama dari Maroko di datangkan Ke Prancis untuk membantu 600 Imam Masjid yang sudah ada di Prancis saat ini untuk mengisi kajian Keislaman selama Ramadhan, Aljazair telah mengusulkan 100 imam dan Khatib untuk dibawa ke Prancis, Menteri dalam Negeri Prancis telah menyetujui 76 orang dari 100 yang diusulkan Negara Aljazair tersebut. 

Selain itu ada 25 ribu Kitab Suci Al-Qur’an di distribusikan ke seluruh Masjid di Prancis sebagaimana dinyatakan oleh Mohamed Moussaoui, Presiden Dewan Muslim Perancis beberapa hari yang lalu.

Salah seorang Analis Prancis menyebutkan Islamlah yang paling “berani” menunjukan Identitasnya, coba lihat saja bahwa Muslim yang tinggal di Perancis akan siap mati untuk membela hak mereka dalam memakai jilbab, artinya mereka memiliki nilai-nilai yang memang pantas diperjuangkan jikapun mati maka menjadi syahid dan hidup di dunia harus menjadi mulia dengan menjalankan seluruh ajaran yang ada di dalam Islam itu sendiri, disini kekuatan Islam yang ada di Prancis.

Jika saja Indonesia mau berkaca terkait ini, bahwa liberalisme dan sekulerisme membuat banyak orang “menderita” diawali dengan memilih tidak beagama,  kondisi Prancis yang mengalami krisis spiritual dan krisis moral bahkan budaya beragama, halalnya perilaku Seks Bebas, Perceraian, Homo Seksual,  jika ini terjadi pada Indonesia, sama halnya Indonesia akan mengulangi kondisi Prancis di tahun 60-an betapa mundurnya Indonesia kalau itu benar terjadi. 

Begitu banyak orang di banyak Negara menyesali liberalisme dan sekulerisme di Negara mereka, sebuah sistem yang menghancurkan tatanan sosial budaya, menjadikan manusia seperti “binatang” tanpa rasa malu, meniadakan Tuhan dan menjadikan hidup hanya sebatas kepuasan nafsu belaka.

Indonesia kita saat ini secara sadar atau tidak, tidak maju-majunya disebabkan kita terjebak pada sistem liberal sekulerisme ini, dengan membawa agama baru bernama “Materialisme”, mereka menuhankan “uang” sebagai solusi segala permasahalan, hukum bisa dibeli, jabatan bisa dibeli, ingin masuk PNS bisa dibeli, ingin lolos dari pajak bisa dibeli, mau memenjarakan orangpun bisa asal punya uang, semuanya adalah materialisme, Jika system Negara kita seolah-olah baru belajar tentang Liberal Sekulerisme, sedangkan Negara lain banyak yang meninggalkanya, alamat Bangsa kita akan mengalami kemunduran yang sangat tajam.

Kita berharap bisa belajar dari Kondisi masa lalu Prancis, saat ini Prancis telah menemukan OASE IMAN dalam Negara mereka, setelah lama mereka “dipenjarakan” oleh Materialisme yang membuat mereka mengalami “Kekeringan” iman. Islam datang menjadi solusi untuk masalah Spritual Prancis saat ini dan akan menjadi sistem yang menentramkan hati. Wallahu ‘alam.

Ahmad Muhammad Haddad Assyarkhan (Adi Supriadi)
Direktur Rabbani Hamas Institute Indonesia.
 
Diposkan oleh Nedi Arwandi
Darussalam OKU Selatan Updated at: Minggu, 04 September 2011