RENUNGAN RAMADHAN

ramadhan mubarak


Sungguh Ramadhan adalah kesempatan usia yang mahal,
Musim dagangan yang tinggi keuntungannya,
Hari diagungkannya berbagai kebaikan,
Saat dihilangkannya berbagai kesalahan.


Di bulan Ramadhan turun kepada kita Kalam Suci Al Hakim,
Kepada rasul kita yang mulia,
Itulah rahasia kemuliaan kita yang sangat agung.


Di bulan Ramadhan, pernah bertemu dua pasukan,
Pasukan dari yang Maha Rahman dan pasukan syaithan.
Dalam peperangan Badar Kubra, saat keimanan diberatkan timbangannya -
oleh Allah dan dikalahkannya pembangkangan terhadap kebenaran -
dengan kerugian yang tiada tara.


Di Bulan Ramadhan, ditaklukkannya Mekkah dengan Islam,
dihancurkannya berhala, ditinggikannya panji-panji tauhid,
dihormatinya bendera halal-haram.
Di Ramadhan saat terjadinya perang Hitthin yang begitu hebat,
di bulan ini terjadi hari kemenangan Shalahuddin yang gemilang.
Saat kalimat Tauhid berkibar-kibar dan bendera kufur menjadi yatim.


Puasa jiwa di bulan Ramadhan adalah pagar dari penyimpangan dan keberlebihan.
Jiwa ingin kembali , hati ini juga ingin merasakan kekhusyu’annya,
tubuh sudah sangat menghendaki untuk tunduk,
dan mata sangat senang dengan mengeluarkan air mata taubat.

Bagi bulan Ramadhan ada kehormatan yang tanpa celaan,
tidak ada ghibah ( membicarakan keburukan orang lain ) ,
tidak ada namimah ( mengadu domba ) ,
tidak ada kata-kata kotor dan keji,
yang ada hanyalah dzikir dan istighfar .

Bila nafsu memancing emosimu untuk berkata kasar
maka katakanlah pada dirimu “ aku tak punya kesempatan untuk mengeluarkan -
kata-kata kotor karena jiwa telah diikat dari kesalahan
dan telah dibelenggu dari kemaksiatan dengan tali yang kuat.

Dahulu, orang-orang salaf sholih bila memasuki pintu gerbang Ramadhan,
mereka mengenakan pakaian taubat dengan istighfar,
membasahi lisan mereka dengan dzikir dan Kalam Alloh,
menghiasai malam mereka dengan qiyam Ramadhan ( Tarawih ), 
mengukir cinta sesama saudara dengan sodaqoh tiga kali lipat dari biasanya.

Semoga Ramadhan membuahkan ampunan dari Sang Maha Rahiim,
Dan meraih derajat hamba yang muttaqin

----------------------------------------------------
Renungan dan tausyih Ramadhan. Sebagai intropeksi dan muhasabah diri agar menjadi cemeti koreksi selama bulan Ramadhan.
Rating: 5.0
Posted by: Nedi Arwandi
Darussalam OKU Selatan, Updated at: Jum'at, Agustus 03, 2012
Diposting oleh Nedi Arwandi
Darussalam OKU Selatan Updated at: Jumat, 03 Agustus 2012