SEANDAINYA BAYI KAPOK BERDIRI

bayi tak kenal menyerah belajar berdiri dan berjalan
DARUSSALAM OKU SELATAN - Pada usia antara 9 bulan hingga 18 bulan, rata-rata bayi sudah mampu berdiri. Walaupun kondisi ini sebenarnya bervariasi dan berbeda-beda antar bayi. Namun tahukah Anda bahwa bayi mampu berdiri karena usaha yang tak kenal lelah dan tak pantang untuk menyerah.

Berdiri dan jatuh, menangis tapi tak lama kemudian berdiri lagi dan jatuh lagi. Terus-terusan jatuh tak membuatnya mundur untuk selalu berusaha berdiri. Setelah entah hitungan keberapa dalam "kejatuhannya" pada akhirnya ia menuai hasil dan mampu berdiri dan dengan berjalan yang tertatih-tertatih selangkah dua langkah masih jatuh juga dan kadang menangis lagi.

Tangisannya kadang-kadang menghiasi usahanya dalam berdiri dan berjalan. Kegagalan demi kegagalan tak menyurutkan tekadnya untuk terus berusaha menuju keberhasilan. Terjatuh dan terjatuh malah menjadikannya semakin bersemangat untuk terus mencoba.

Seandainya sang bayi pada masa itu punya penyakit "KAPOK" karena sering gagal kayak penyakit kita yang dewasa, tentu kita semua sekarang ini tidak akan mampu berjalan.

Sekiranya sang bayi mudah putus asa seperti penyakit kita-kita yang tua, sudah pasti hanya sedikit yang bisa melangkahkan kaki dengan nyamannya.

Atau mungkin sang bayi malah mengeluh seperti kebanyakan kita " ah, jatuh  terasa menyakitkan, lebih enak merangkak aja gak nanggung rasa sakit ". Tentu kita saat ini kebanyakan masih pada merangkak karena dulunya waktu bayi kapok belajar berdiri dan berjalan.

Ternyata kita kalah hebat dengan semangat sang bayi . Kita yang dikarunia lebih dalam penalaran dan keterampilan malah lebih sering berputus asa ketika berhadapan dengan kegagalan. Bahkan mungkin dalam keadaan tertentu, kita malah sudah menyerah "KO" sebelum berusaha.

Rupanya kita mesti banyak belajar dengan sang bayi.

----------------------------------------

Semangat bayi yang tak kenal menyerah ketika berusaha belajar berdiri dan berjalan layak untuk jadi renungan dalam menyikapi kegagalan.
Rating: 5.0
Posted by: Nedi Arwandi
Darussalam OKU Selatan, Updated at: Rabu, September 19, 2012
Diposkan oleh Nedi Arwandi
Darussalam OKU Selatan Updated at: Rabu, 19 September 2012